Channa auranti adalah ikan predator agresif dengan warna eksotis berupa pola oranye keemasan di tubuhnya, berasal dari sungai Brahmaputra, India. Dikenal sebagai golden cobra snakehead, ikan ini memiliki sifat sangat teritorial dan dapat menyerang sesamanya, membuatnya lebih baik dipelihara sendirian dalam akuarium khusus spesies dengan pencahayaan redup, area berlindung yang cukup, dan penutup akuarium yang aman karena ia cenderung melarikan diri.
Karakteristik dan habitat
- Penampilan: Memiliki tubuh gelap dengan pola bintik oranye keemasan, sirip gelap dan tinggi, serta sisik besar di kepala.
- Asal: Endemik di lembah Sungai Brahmaputra di India timur laut, tetapi kini dapat ditemukan di beberapa daerah di Asia Tenggara.
- Ukuran: Dapat tumbuh hingga sekitar cm.
- Habitat: Menyukai perairan tropis dengan curah hujan dan kelembapan tinggi. Di akuarium, mereka lebih menyukai pencahayaan redup dan banyak tempat untuk bersembunyi.
Sifat dan perilaku
- Agresif dan teritorial: Sangat agresif terhadap sesama ikan, bahkan ikan yang sudah dipelihara bersama sejak lama bisa berkelahi secara tiba-tiba, terutama saat musim kawin.
- Pemangsa: Memiliki nafsu makan rakus, gigi tajam, dan naluri predator yang kuat. Mereka akan memangsa hampir semua yang bisa masuk ke mulutnya.
- Penjaga telur: Jantan adalah paternal mouthbrooder, yang berarti mereka akan mengerami telur dan menjaga anak-anaknya di dalam mulut selama sekitar minggu hingga mereka mandiri.
Perawatan
- Akuarium: Disarankan akuarium khusus spesies, karena sangat agresif. Ukuran minimal yang direkomendasikan adalah sekitar cm untuk satu ekor dewasa, dengan akuarium yang tertutup rapat karena ikan ini sering mencoba melarikan diri.
- Kondisi air: Suhu air °C dengan pH. Mereka membutuhkan periode dingin di musim dingin (sekitar°C) untuk kesehatan yang baik; menjaga suhu tinggi terus-menerus bisa memicu infeksi bakteri.
- Pakan: Karnivora yang memakan ikan hidup seperti artemia dan jentik nyamuk, serta pakan beku atau kering, udang, dan serangga.
- Potensi bahaya: Meskipun tidak beracun, ikan ini memiliki toksisitas tinggi dan mengonsumsi dagingnya dapat menyebabkan keracunan. Selain itu, gigitannya yang kuat bisa berbahaya, dan mereka bahkan dapat menyerang hewan lain.

0 Komentar