Tekwan adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari adonan ikan (umumnya tenggiri) dan tepung tapioka yang dibentuk bulatan kecil seperti bakso ikan, lalu disajikan dalam kuah udang bening yang gurih. Hidangan ini dilengkapi dengan bahan seperti bengkuang, jamur kuping, bihun (soun), dan taburan seledri, daun bawang, serta bawang merah goreng. Nama "tekwan" diperkirakan berasal dari frasa bahasa Palembang "berkotek samo kawan" (duduk ngobrol bersama teman) atau dari bahasa Hokkien tâi-oân.
Komposisi dan penyajian
Bahan utama: Bola-bola ikan yang terbuat dari campuran daging ikan tenggiri dan tepung tapioka.
Kuah: Dibuat dari kaldu udang yang kaya rasa, gurih, dan beraroma.
Pelengkap:
Bengkuang yang diiris.
Jamur kuping.
Soun atau bihun.
Daun bawang dan seledri.
Bawang merah goreng sebagai taburan.
Cara penyajian:
Disajikan hangat sebagai sup dengan bola-bola ikan dan pelengkap lainnya dalam kuah.
Seringkali disajikan dengan sambal dan perasan jeruk nipis untuk menambah kesegaran.
Asal-usul dan filosofi
Akulturasi budaya: Tekwan merupakan hasil akulturasi antara budaya Palembang dan Tionghoa yang sudah lama menetap di Palembang.
Asal nama:
Berkotek samo kawan: Konon berasal dari kebiasaan masyarakat Palembang makan tekwan sambil mengobrol santai dengan teman.
Tâi-oân (Taiwan): Pendapat lain menyebutkan kemiripan homofon dengan kata dalam bahasa Hokkien.
Warisan kuliner: Tekwan menjadi salah satu ikon kuliner Palembang yang populer dan sering disajikan pada acara-acara khusus atau menjadi menu favorit di rumah makan khas daerah tersebut.

0 Komentar